Rangkuman Pencak Silat Pert.2

  

 

Pencak Silat

 

1.

Hasil pembelajaran PENCAK SILAT (10 FEBRUARI 2021)
Kompetensi : suatu kemampuan yang dimiliki seseorng dalam melaksanakan suatu pekerjaan/tugas
di bidang tertentu (keberhasilan seseorang).
Seseorang itu akan behasil apabila :
1. Memiliki pemahaman
2. Mampu menjelaskan secara lisan maupun tulisan
3. Mampu melakukan sesuai konsep


Sejarah Pencak Silat

Pencak silat Indonesia sebagai suatu mobilitas alat untuk mempertahankan diri dalam
mencapai kesejateraan hidup warga masyarakat nusantara, dalam praktek kesehariannya berfungsi sebagai alat pembelaan diri. Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan Pencak silat secara resmi , antara lain menyelenggarakan pertandingan, membakukan peraturan dan lain-lain. Pencak Silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia. Dengan aneka ragam situasi geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya. Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama.

 

Aspek – aspek dan tujuan Pencak Silat


1. Pencak silat sebagai ajaran kerohanian

• Tujuan nya: Peningkatan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berbudi luhur bagi setiap pengikutnya.

• Menimbulkan rasa tenggang rasa, percaya terhadap diri sendiri, serta disiplin yang tinggi.
• Membangun rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air, hal ini juga didukung dengan
kehadiran pencak silat sendiri sebagai suatu bela diri tradisional Indonesia.
• Meningkatkan rasa persaudaraan, pengendalian diri, serta tanggung jawab sosial yang tinggi.
• Mendorong rasa solidaritas sosial, keinginan untuk kemajuan, kejujuran, kebenaran, serta
keadilan bagi para pengikutnya.

 


2. Pengembangan Aspek Bela Diri


• Meningkatkan efektifitas serta keterampilan dalam hal bela diri untuk menjaga keselamatan
serta harga diri baik bagi para pengikutnya maupun bagi bangsa dan negara.

• Meningkatkan sikap tanggap, cermat, serta peka dalam menanggapi maupun memahami
segala permasalahan yang dihadapi.

• Meningkatkan ketangguhan atau keuletan dalam pengembangan kemampuan dasar dari
dalam diri masing-masing.

3. Pengembangan Seni

• Menanggulangi serta mengurangi pengaruh budaya asing yang bersifat negatif, serta
mendorong adanya sikap untuk dapat menyaring budaya asing yang positif dan berguna
dalam pembangunan budaya bangsa.

• Mengembangkan nilai-nilai pencak silat yang lebih diarahkan atau disesuaikan dengan
penerapan nilai-nilai kepribadian dalam Pancasila.

• Pengembangan nilai-nilai budaya luhur demi memperkuat kepribadian kebudayaan bangsa.

4. Pengembangan Olahraga

• Mendorong sifat sportivitas bagi para pengikutnya.

• Meningkatkan prestasi melalui pertandingan-pertandingan olahraga pencak silat.

• Meningkatkan kebiasaan hidup sehat melalui olahraga pencak silat


5. Pengembangan Pendidikan

• Meningkatkan pengetahuan yang lebih dalam.

• Pembentukan sikap yang lebih positif dan efektif yang bermanfaat pula dalam upaya
penyesuaian terhadap lingkungan sekitarnya.

• Membantu pembentukan keterampilan, seperti dalam mengambil keputusan serta
memecahkan permasalahan yang dialami.

• Meningkatkan fungsi organ tubuh karena pencak silat merupakan bagian dari olahraga yang
menggunakan kemampuan otot serta kekuatan tubuh dan keseimbangan

 

 

Perkembanga Pencak Silat

A. Perkembangan pada zaman sebelum penjajahan Belanda

Para pembela diri dan pendekar mendapat tempat yang tinggi di masyarakat. Begitu pula para empu yang membuat senjata pribadi yang ampuh seprti keris, tombak, dan senjata
khusus. Pasukan yang kuat pada zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan
lainnya pada masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan
pembelaan diri individual yang tinggi.

Nenek moyang kita telah mempunyai peradaban yang tinggi, sehingga dapat berkembang menjadi rumpun bangsa yang maju. Daerah-daerah dan pulau-pulau yang dihuni berkembnag menjadi masyarakat dengan tata pemerintahan dan kehidupan yang teratur. 

Tata pembelaan diri di zaman tersebut yang terutama didasarkan kepada kemampuan pribadi yang tinggi, merupakan dasar dari sistem pembelaan diri, baik dalam menghadapi perjuangan hidup maupun dalam pembelaan berkelompok.

 

B. Perkembangan silat pada zaman penjajahan Belanda

Pemerintahan Belanda tidak memberikan kesempatan perkembangan pencak silat atau
pembelaan diri Nasional, karena di pandang berbahaya terhadap kelangsungan
penjajahannya. Larangan berlatih bela diri diadakan bahkan larangan untuk berkumpul dan
berkelompok. Sehingga perkembangan khidupan pencak silat tau pembelaan diri bangsa
Indonesia yang dulu berakar kuat menjadi kehilangan pijakan kehidupannya. Hanya dengan
sembunyi sembunyi dan oleh kelompok – kelompok kecil Pencak Silat di pertahankan. 

Kesempatan-kesempatan yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara saja. Hakekat jiwa dan semangat pembelaan diri tidak sepenuhnya dapat berkembang. 

C. Perkembangan Pencak Silat pada pendudukan Jepang

 

Pencak silat sebagai ilmu Nasional yang didorong dan di kembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengorbankan  semangat pertahanan menghadapi sekutu. Namun kita akui, ada juga keuntungan yang kita peroleh dari zaman itu. Kita mulai insaf lagi akan keharusan mengembalikan ilmu Pencak Silat pada tempat yang semula didudukinya dalam masyarakat kita.


D. Perkembangan Pencak Silat pada zaman Kemerdekaan

Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasional.

Pada tangan 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dengan
susunan pengurus besar. Kini IPSI tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di dunia.
• Ketua Umum : Mr. Wongsonegoro
• Wakil Ketua : Suria Atmadja
• Penulis Umum : Marijun Sudirohadiprodjo
• Bendahara : Suratno Sastroamidjojo

 

2. Prosesi sejarah Berdirinya I.P.S.I. di Surakarta.

Prosesi sejarah Berdirinya I.P.S.I. yang didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, adalah organisasi nasional Pencak Silat tertua di dunia dan satu-satunya organisasi nasional Pencak Silat di Indonesia. Bapak-bapak pendiri IPSI adalah :

1 Prosesi sejarah Berdirinya I.P.S.I. di Surakarta.

.   Wongsonegoro 
2.   Soeratno Sastroamidjojo 
3.   Marjoen 

      Soedirohadiprodjo 
4.   Dr. Sahar 
5.   Soeria Atmadja 
6.   Soeljohadikoesoemo 
7.   Rachmad Soeronegoro 
8.   Moenadji 
9.   Roeslan 
10. Roesdi Iman Soedjono 
11. S. Prodjosoemitro 
12. Moh. Djoemali 
13. Margono 
14. Soemali 
15. Karnandi 
16. Ali Marsaban 

Ketua Pusat Kebudayaan Kedu 
Sekretaris Pusat Kebudayaan Kedu

Pencak Sumatra 

SHO
Pencak Jawa Barat
SH Madiun
SH Madiun
SH Solo
SH Kediri 
SH Kediri
PORI Bagian Pencak Yogyakarta
SH Yogyakarta
Ketua PORI
Kementerian Pembangunan dan Pemuda
Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan

Tujuan Berdirinya IPSI.

Pendirian IPSI didasarkan pada 3 tujuan utama sebagai satu kesatuan, yakni :

Mempersatukan dan membina seluruh perguruan Pencak Silat di Indonesia.

Melestarikan, mengembangkan dan memasyarakatkan Pencak Silat beserta nilai-nilainya.

Menjadikan Pencak Silat dan nilai-nilainya sebagai sarana pembangunan bangsa dan akhlak. 

Asas IPSI.

Asas IPSI adalah Pancasila. Kehidupan dan hubungan di lingkungan IPSI didasarkan pada semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kesetiakawanan dalam kerangka persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk. IPSI tidak berafiliasi, berorientasi dan berfungsi politik. 

Wilyah kerja IPSI

Skala kegiatan IPSI meliputi seluruh wilayah Indonesia. Jumlah seluruh anggota IPSI sekitar 800-an perguruan Pencak Silat, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mengajarkan sekitar 150 aliranPencakSilat..
Karena itu, Indonesia disebut sebagai negara sumber Pencak Silat yang terbesar.

Klasifikasi 10 Perguruan Pencak Silat Historis di Indonesia.

             Perguruan-perguruan Pencak Silat di Indonesia dapat dikategorisasikan ke dalam perguruan tradisional, peralihan dan modern. Perbedaannya terletak pada cara mengelola perguruan dan cara mengajar dan melatih. 

 Pada dasarnya, tujuan perguruan adalah melestarikan, mengembangkan dan memasyarakatkan Pencak Silat melalui pendidikan, pengajaran, pelatihan dan promosi.

Ada 10 perguruan yang berkualifikasi sebagai perguruan historis atau anggota khusus IPSI Pusat. Nama-nama perguruan tersebut tersebut adalah : 

Persaudaraan Setia Hati.

Persaudaraan Setia Hati Terate.

Perisai Diri.

Perisai Putih.

Tapak Suci.

Phasadja Mataram.

Perguruan Pencak Indonesia (PERPI) Harimurti.

Persatuan Pencak Seluruh Indonesia (PPSI).

Putra Betawi.

Nusantara.

 

Struktur dan Mekanisme Manajemen IPSI.

                       IPSI mempunyai pengurus di eselon pusat atau nasional serta di eselon propinsi, daerah tingkat II dan kecamatan yang nama-namanya adalah : Pengurus Besar, Pengurus Daerah, Pengurus Cabang dan Pengurus Ran-ting. Masa kerja pengurus IPSI adalah 4 tahun.

           Lembaga tertinggi bagi IPSI dan seluruh anggotanya adalah Musyawarah Nasional IPSI yang dilaksanakan 4 tahun sekali. Peserta musyawarah ini terdiri dari wakil-wakil Pengurus Besar IPSI, Pengurus Daerah IPSI dan 10 perguruan.

 

Lambang Kebesaran IPSI.

Kode Etik.

Ada 2 Kode etik manusia Pencak Silat Indonesia, yakni Ikrar Pesilat Indonesia dan Sapta Prasetya Pesilat Indonesia.

Yang disebut pesilat Indonesia, adalah “Prasetya Pesilat Indonesia”, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya sendiri. Kode etik ini terdiri dari 7 butir janji, yang naskah lengkapnya sebagai berikut :

“Prasetya Pesilat Indonesia”

Kami Pesilat Indonesia adalah warga negara yang  Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi  pekerti luhur.

Kami Pesilat Indonesia adalah warga negara yang membela dan mengamalkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945.

Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang cinta      Bangsa dan Tanah Air Indonesia.

Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang menjun-jung  tinggi persaudaraan dan persatuan Bangsa.

Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang senantiasa mengejar kemajuan dan berkepribadian Indonesia.

Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria yang senantiasa menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan. 

Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria yang tahan-uji dalam menghadapi cobaan dan godaan.

 

            Selanjutnya, yang disebut pesilat Indonesia adalah Ikrar Pesilat Indonesia, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya sendiri. Kode etik ini terdiri dari 5 butir janji, yang naskah lengkapnya sebagai berikut :

”Ikar Pesilat”

Pesilat adalah pribadi yang berbudi pekerti luhur.

Pesilat adalah manusia yang menghormati sesamanya serta mencintai persahabatan dan perdamaian.

Pesilat adalah manusia yang senantiasa berpikir dan bertindak positif, kreatif dan dinamis.

Pesilat adalah kesatria yang menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan serta senantiasa tahan-uji dalam menghadapi cobaan dan godaan. 

Pesilat adalah kesatria yang senantiasa       bertanggungjawab atas kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. 

Penjelasan Lambang.

      Ada 9 makna lambang IPSI sebagai berikut:

Warna Dasar Putih : berarti suci dalam amal perbuatan;

Warna Merah : berarti berani dalam kebenaran;

Warna Hijau : berarti ketenangan dalam menghadapi segala sesuatu yang menuju emantapan jiwa, karena selalu beriman dan bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa secara hikmat dan syahdu;

Warna Kuning : berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir dan batin dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa;

Bentuk Perisai Segi Lima : berarti bahwa IPSI berasaskan landasan idiil Pancasila, serta bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati;

Sayap Garuda berwarna Kuning berototkan merah : 

        berarti kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan dan dinamika, Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar + 4 lembar + 8 lembar berarti tanggal berdirinya IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap 18 lembar, terdiri dari 17+1 berarti IPSI dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan berssatu membangun negara;

Untaian lima lingkaran : melambangkan bahwa IPSI melalui olahraga merupakan ikatan perikemanusiaan antara pelbagai aliran dengan memegang teguh asas kekeluargaan, persaudaraan dan kegotong royongan;

Ikatan pita berwarna merah Putih : bahwa IPSI merupakan suatu ikatan pemersatu dari pelbagai aliran Pencak Silat, yang menjadi hasil budaya yang kokoh karena dilandasi oleh rasa berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia; dan 

Gambar tangan putih di dalam Dasar hijau :

menggambarkan bahwa IPSI membantu negara dalam bidang ketahanan nasional melalui pembinaan mental/fisik agar kader-kader IPSI berkepribadian nasional serta berbadan sehat, kuat dan tegap. (http://www.word-press.com/2007/07/19/sejarah-perkembangan-pencak-silat).

 

Tokoh-Tokoh Pimpinan IPSI :

Sejak tahun 1948 sampai 2005, di tataran nasional, IPSI dipimpin oleh 4 orang Ketua Umum PB IPSI, yaitu:

Wongsonegoro (1948-1973), 

Tjokropranolo (1973-1981), 

Eddie M. Nalapraya (1981-2003). dan 

Prabowo Subianto (sejak 4 Juli 2003 - sekarang).

Program pembinaan Pencak Silat 

Program utama disamping mempersatukan aliran-aliran dan kalangan Pencak Silat di seluruh Indonesia, IPSI mengajukan program kepada Pemerintah untuk memasukan pelajaran Pencak Silat di sekolah-sekolah.
Dalam Seminar ini pulalah dilakukan pengukuhan istilah bagi seni pembelaan diri bangsa Indonesia dengan nama «Pencak Silat» yang merupakan kata majemuk. Di beberapa daerah di jawa lazimnya digunakan nama Pencak sedangkan di Sumatera orang menyebut Silat. Pencak, dapat mempunyai pengertian gerak dasar bela diri, yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan.
Dewasa ini istilah pencak silat mengandung unsur-unsur olahraga, seni, bela diri dan kebatinan. IPSI bersama BAKIN tahun 1975 adalah sebagai berikut :

Pencak Silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela/mempertahankan eksistensi (kemandirian) dan integritasnya (manunggalnya) terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.(http://id.wikipedia.org/wiki/IPSI/)

Oleh karena itu dirasakan perlu adanya pembinaan yang sistimatis untuk melestarikan warisan nenek moyang kita. Standarisasi yang telah dirintis pembuatannya, hanyalah untuk jurus dasar bagi keperluan khusus olahraga dan bela diri. Sedangkan pengembangannya telah diserahkan kepad setiap perguruan yang ada. Sistem pembinaan yang dipakai oleh IPSI ialah setiap aspek yang ada dijadikan jalur pembinaan, sehingga jalur pembinaan Pencak Silat meliputi :

1. Jalur pembinaan seni,

2. Jalur pembinaan olahraga,

3. Jalur pembinaan bela diri,

4. Jalur pembinaan kebatinan.

 Keempat jalur ini diolah, dengan saringan dan mesin sosial budaya, yaitu Pancasila.

Bentuk pencak silat dan padepokannya berbeda satu sama lain, sesuai dengan aspek-aspek yang ditekankan. Silat-silat harimau dan monyet ialah contoh dari aliran-aliran tersebut. Aspek olah raga dan aspek bela diri inilah yang telah membuat pencak silat menjadi terkenal di Eropa.
Bagaimanapun, banyak yang berpendapat bahwa pokok-pokok dari pencak silat terhilangkan, atau dipermudah, saat pencak silat bergabung pada dunia olah raga. 

Padepokan Pencak Silat Inonesia.

Alamat.

Alamat Pengurus Besar IPSI (PB IPSI) adalah : Padepokan Pencak Silat Inonesia Jl. Taman Mini I, Jakarta 13560, telepon / fax : 021-8413815 / 021-8416214.http://www.persilat.org/Ipsi_Indonesia.htm; diakses, Selasa, 17022009, jam 11.18 wib.

 

Makna Arsitektur.

Padepokan adalah istilah Jawa yang berarti sebuah kompleks perumahan dengan areal cukup luas yang disediakan untuk belajar dan mengajar pengetahuan dan keteram-pilan tertentu. Padepokan yang disediakan untuk belajar dan mengajar Pen-cak Silat dinamakan Pa-depokan Pencak Silat.

 

           Padepokan Pencak Silat Indonesia (PnPSI) adalah padepokan berskala nasional dan internasional yang berlokasi di diatas lahan yang luasnya sekitar 5,2 hektar di kompleks Taman Mini Indonesia Indah. 

Luas total bangunannya sekitar 8.700 m2 dan luas total selasar-selasarnya sekitar 5.000 m2. Padepokan ini secara resmi dibuka oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1997.

 

Fungsi Padepokan Pencak Silat In-donesia.

            Padepokan Pencak Silat Indo-nesia (PnPSI) mempunyai seku-rang-kurangnya 5 fungsi, yakni :

Sebagai pusat informasi, pendidikan, penyajian dan promosi ber-bagai hal yang menyangkut Pencak Silat.

Sebagai pusat berbagai kegiatan yang berhubu-ngan dengan upaya peles-tarian, pengembangan, penyebaran dan pening-katan citra Pencak Silat dan nilai-nilainya.

Sebagai sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat Pencak Silat Indonesia.

Sebagai sarana untuk mempererat persahabatan diantara masyarakat Pen-cak Silat di berbagai ne-gara.

Sebagai sarana untuk memasyarakatkan 2 kode etik manusia Pencak Silat, yakni : Prasetya Pesilat Indonesia dan Ikrar Pesilat.http://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat/; diakses, 

[16:45, 2/10/2021] Onique: Istilah Pencak Silat

Pencak Silat atau Silat ialah seni bela diri Asia yang berakar dari budaya Melayu. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura tapi bisa pula ditemukan dalam berbagai variasi di berbagai negara sesuai dengan penyebaran suku Melayu, seperti di Filipina Selatan dan Thailand Selatan. Dengan demikian pencak silat bukan ilmu atau keterampilan untuk berkelahi, melainkan suatu beladiri «self defence» atau «martial art», merupakan suatu perpaduan yang luwes antar scien dan skill dalam bahasa Indonesia disebut kan bahwa pencak silat adalah Indonesia self defence art atau Indonesia martial art. Lelana, Mas Ezra Danu; 16/08/2006, dalam http://lembahlawe.blogspot.com .

Di Indonesia, pencak silat diatur oleh IPSI . Bersilat ialah istilah yang diberikan pada seseorang yang sedang berlaga dengan menggunakan seni bela diri pencak silat.

Sikap dan Gerak Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berke-lanjutan

Teknik. Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Praktisi biasa meng-gunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serang-an. 

Jurus Pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan tehnik-tehnik lanjutan pencak silat (buah), saat di-lakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan.

Aspek Pencak Silat.

Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu:

1). Aspek Mental Spiritual: 

Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang.

                    2). Aspek Seni Budaya: 

Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting

3). Aspek Bela Diri: 

Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat.

4. Aspek Olah Raga: 

Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini.

Pencak silat sebagai olahraga, merupakan usaha untuk mengembangkan unsur-unsur olahraga yang terdapat dalam pencak silat, yang dibagi menjadi olahraga pendidikan, olahraga prestasi, dan olahraga rekreasi.Pencak silat sebagai seni, harus menurut ketentuan keselarasan, keseimbangan, keserasian, antara wiraga, wirama, dan wirasa.Pencak silat sebagai bela diri, pada dasarnya merupakan usaha pembelaan diri dari serangan atau bahaya agar selamat. Unsur geraknya adalah menyerang dan membela diri/menyelamatkan diri.Pencak silat sebagai sarana pendidikan mental kerohanian, ditanamkan penghayatan serta hidup bermasyarakat. Pencak silat mengajarkan budi pekerti luhur, mengembangkan sifat dan sikap (kepribadian).Tangkisan adalah usaha dengan cara mengadakan kontak langsung dengan SeranganHindaranHindaran adalah usaha pembelaan dengan cara memindahkan sasaran dari arah serangan, dengan melangkah atau memindahkan kakiKuda-Kuda Depan

[16:46, 2/10/2021] Onique: Pencak silat sebagai olahraga, merupakan usaha untuk mengembangkan unsur-unsur olahraga yang terdapat dalam pencak silat, yang dibagi menjadi olahraga pendidikan, olahraga prestasi, dan olahraga rekreasi.Pencak silat sebagai seni, harus menurut ketentuan keselarasan, keseimbangan, keserasian, antara wiraga, wirama, dan wirasa.Pencak silat sebagai bela diri, pada dasarnya merupakan usaha pembelaan diri dari serangan atau bahaya agar selamat. Unsur geraknya adalah menyerang dan membela diri/menyelamatkan diri.Pencak silat sebagai sarana pendidikan mental kerohanian, ditanamkan penghayatan serta hidup bermasyarakat. Pencak silat mengajarkan budi pekerti luhur, mengembangkan sifat dan sikap (kepribadian).Tangkisan adalah usaha dengan cara mengadakan kontak langsung.

Pencaksilat Indonesia sebagai salah satu modalitas alat untuk mempertahankan diri dalam mencapai kesejahteraan hidup warga masyarakat nusantara, dalam praktek kesehariannya berfungsi sebagai alat pembelaan diri. Dalam hubungannya untuk berkomunikasi dengan berbagai komunitas sosial kemasyarakatan diaktualisasikan dalam gelar seni dan olahraga. Sehingga dalam dinamika perubahan masyarakat primitif menuju pada tataran zaman kerajaan dan bentuk pemerintahan negara moderen sampai dengan era reformasi mengalami perkembangan yang senafas dengan standart kebutuhan kesejahteraan hidup yang diinginkan oleh era zamannya.

Prinsip nilai jati diri ajaran pencak silat yang merupakan representatif dari masyarakat Pancasila bangsa Indonesia, selalu konsisten dan relevan unuk beradaptasi pada semua rentangan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan dunia pada umumnya. Hal ini dapat kita pelajari dari pengalaman perjalanan Sejarah Pencak Silat, yang meliputi: 1. Pengertian Pencak Silat; 2. Sejarah Ikatan Pencak Silat Indonesia3. Perkembangan pada zaman sebelum penjajahan Belanda4. Perkembangan Pencak Silat pada zaman penjajahan Belanda5Perkembangan Pencak Silat pada pendudukan Jepang6Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan, 7. Prosesi sejarah Berdirinya I.P.S.I. di Surakarta, 8. Tujuan berdirinya IPSI, 9. Asas IPSI, 10. Wilayah Kerja IPSI, 11. Klasifikasi 10 (sepuluh) Perguruan Pencak Silat Historis di Indonesia, 12. Struktur dan Mekanisme Manajemen IPSI, 13. Lambang Kebesaran IPSI; 14. Lambang IPSI, 15. Tokoh-Tokoh Pimpinan IPSI; 16. Program pembinaan Pencak Silat; 17. Padepokan Pencak Silat Inonesia, 18. Istilah dalam Pencak Silat, 19. Sikap dan Gerak, 20. Teknik, 21. Jurus, 22. Aspek dan bentuk, 23. Aspek Pencak Silat, 24. Aspek Mental Spiritual, 25. Aspek Seni Budaya, 26. Aspek Bela Diri, 27. Aspek Olah Raga, 28. Bentuk Pencak Silat, 29. Pencak Silat sebagai ajaran kerohanian, 30. Pencak Silat sebagai seni, 31. Pencak Silat sebagai olahraga umum, 32. Pencak Silat sebagai olahraga prestasi (olahraga pertandingan), 33. Tingkat kemahiran Pesilat, 34. Pencak Silat di dunia, 35. Organisasi Pencak Silat, 36. Seni bela diri, 37. Ajaran budi pekerti

Tujuan PERSILAT adalah :

Menggali, memelihara, melestarikan, mengembangkan dan memasyara-katkan Pencak Silat beserta nilai-nilainya ke seluruh dunia, sebagai warisan budaya Nusantara bernilai tinggi, yang mempunyai aspek mental-spiritual, beladiri, seni dan olahraga sebagai satu kesatuan. 

Membina, mengembangkan, mempersatukan dan menyelaraskan berbagai kegiatan di antara organisasi Pencak Silat di berbagai negara. 

Menjadikan Pencak Silat sebagai sarana untuk membina pribadi utuh yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berjiwa kesatria, jujur dan adil serta rendah hati dan bertanggungjawab dalam mewujudkan persaudaraan, kekeluargaan, kerukunan, persatuan dan persahabatan di antara bangsa-bangsa serta perdamaian dunia yang dinamis, adil, beradab dan abadi. 

Memelihara dan menghormati kepentingan masing-masing anggota PERSILAT. 

Seni bela diri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai satu cara seseorang itu mempertahankan diri. Seni bela diri telah lama wujud dan pada mulanya ia berkembang di medan pertempuran sebelum secara perlahan-lahan apabila peperangan telah berkurangan dan penggunaan senjata moden mula digunakan secara berleluasa, seni bela diri mula berkembang dikalangan mereka yang bukannya anggota tentera tetapi merupakan orang awam.

Boleh dikatakan seni bela diri terdapat di mana-mana di dunia ini dan hampir setiap negara mempunyai seni bela diri yang berkembang sesuai dengan tempat asalnya atau diubah suai daripada seni bela diri luar yang meresap masuk. Sebagai contoh seni silat adalah seni bela diri yang berkembang di negara ASEAN dan terdapat di MalaysiaIndonesiaThailand, dan Brunei.

Bagaimanapun kemudahan perhubungan dan komunikasi yang ada pada masa ini memudahkan perkembangan idea dan seni bela diri tidak lagi terhad di tanah asalnya tetapi telah berkembang keseluruh dunia.

Seni bela diri juga terbabagi kepada beberapa jenis daripada seni tempur bersenjata tajam, senjata tidak tajam seperti kayu, dan seni tempur tangan kosong. Di antara jenis-jenis seni bela diri yang ada adalah seperti berikut:

Aikido

Capoeira

Gulat

Hapkido

Jiu Jitsu

Jogo do pau

Judo

Kalaripayat

Karate

Kempo

Kendo

Kung fu

Silambam

Silat

Taekwondo

Taido

Tinju

Tomoi

Wing Tsun

Wun-hup-kuen-do

Wushuhttp://id.wikipedia.org/wiki/Seni_bela_diri, Akses Terakhir, Selasa, 080408, Jam 01.40 Wib.

 

Macam  Aliran Organisasi Pencak silat.

 

Diperkirakan ada ratusan aliran (gaya) dan ribuan perguruan. Banyak aliran yang menemukan asalnya dari pengamatan atas perkelahian binatang liar. Silat-silat harimau dan monyet ialah contoh dari aliran-aliran tersebut. Berikutnya kita mengenal aliran-aliran pencak silat di tanah air Indonesia dan berbagai negara.

Silat Perisai Diri – teknik silat Indonesia yang diciptakan oleh Pak Dirdjo (mendapat penghargaan pemerintah sebagai Pendekar Purna Utama) yang pernah mempelajari lebih dari 150 aliran silat nusantara dan mempelajari aliran kungfu siauw liem sie (shaolin) selama 13 tahun. Teknik praktis dan efektif berdasar pada elakan yang sulit ditangkap dan serangan perlawanan kekuatan maksimum. Saat ini merupakan silat yang paling dikenal dan banyak anggotanya di AustraliaEropaJepang dan Amerika Serikatdll. *)

      *) (http://www.id.wikipedia.org/wiki/Olahraga-41k- dan http://id.wikipedia.org/wiki/Silat.).

 

Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri atau disingkat Kelatnas Indonesia Perisai Diri merupakan salah satu anggota 10 Perguruan Historis IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Kelatnas Indonesia Perisai Diri didirikan oleh RM Soebandiman Dirdjoatmodjo pada tanggal 2 Juli 1955 di Surabaya, Jawa Timur. (www.silatindonesia.com Power by ServerMerdeka.com).

· Silat Merpati Putih - perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong (PPS Betako) 

· Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah - organisasi pencak silat di bawah organisasi Muhammadiyah 

· Silat Zulfikari – ajaran bela diri dari Qadiri Rifai Tariqa 

· Pukulan Bongkot – suatu aliran silat 

· Silat Mubai - silat Muslim 

· Silat Hikmatul Iman Indonesia - perguruan beladiri yang didirikan oleh Dicky Zainal Arifin. Merupakan aliran silat tersendiri tanpa pengaruh dari aliran manapun. 

· Silat Elang Putih - perguruan beladiri yang didirikan/dikembangkan oleh Pak Enjum Bin Bangkel dan Hadiana Candra K, dan bertempat di Bogor. Merupakan aliran silat yang terdiri dari gabungan pencak silat aliran di Jawa Barat 

Dan masih banyak lagi.

Aliran dan Perguruan silat di Indonesia

Sumatera.    

Silek Tuo (Silat Tua) dan Silek Harimau (Silat Harimau) – aliran silat tua dari suku Minangkabau di Sumatera Barat .

Silat Sabandar - adalah silat yang berasal dari daerah Pagaruyung, Sumatera Barat, namun dikembangkan di Kampung Sabandar, Karangtengah, Cianjur

Pencak Silat Pertempuran – aliran silat yang terdiri dari gabungan beberapa aliran, terutama Pencak Silat Pamur dan Silat Sterlak. Pengaruh silat Indo-Melayu lainnya termasuk: Seni Bela Diri Silat Jati Wisesa dan Raja Monyet Silat.

Pencak Silat Gerakan Suci – merupakan pengembangan dari Pencak Silat Mande Muda.

Aliran Pencak Silat Sumatera, berdasarkan pemetaan http://indonesia.silatcenter.com/index.html, adalah : Aliran Minangkabau, yang terdiri dari: StarlakPakiah RabunGantuang CiriLintauPauhKumangoHarimauGulo TarehBalam BagoAmpalimo ParangSebatang SingkekSungai PaguGajah DorongSilat Tuo.

ALIRAN KUMANGO 

SEJARAH. (Majalah Gema Pencak Silat Vol 3 No 2 Februari 1999, http://indonesia.silatcenter.com/html/kumango.html;)

Satu diantara silat yang tumbuh dan berkembang di Lantai Batu Sumatra Barat adalah aliran silat Kumango. Sesuai dengan namanya silat ini berasal dari kampung Kumango. Guru pertamanya adalah Syech Abdul Rahman yang karena kepandaiannya bersilat di daerah tersebut mendapat sebutan Syech Kumango. Guru silat ini kemudian mempunyai dua anak yang bernama Ibrahim Paduko Sultan dan Syamsarif Malin Marajo 

                        Pencak Silat sebagai salah satu jenis permainan tradisional yang digemari oleh masyarakat Cimande. Permainan ini dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. Pencak Silat ini merupakan olah raga atau seni bela diri dan dapat dijadikan sebagai alat untuk mempertahankan diri dari serangan lawan. Artinya, mempertahankan diri dari ancaman dengan taktik “ serang-hindar “

Pada dasarnya Pencak Silat aliran Cimande ini mempunyai suatu strategi tertentu yang sangat erat hubungannya dengan kekuatan atau tenaga, kecepatan dan keseimbangan. Pencak Silat Cimande cenderung menggunakan “ tenaga ledak “ ( Kari, Sunda ) karena dilihat dari caranya menggunakan “ jarak “. Dalam arti merupakan aliran jarak jauh yang pendekar-pendekarnya mengambil jarak selepas kaki dan setuntas tangan dari lawannya. Mereka cenderung memelihara jarak, sebagai titik tolak serangan maupun titik tolak penghindaran.

Pencak Silat ini biasanya dipertunjukkan jika ada hajatan, misalnya khitanan atau upacara lainnya dengan iringan tabuh-tabuhan seperti kendang. Dalam pertunjukan, alat yang dipergunakan berupa sebilah pedang, dan jika pedang ini tidak ada maka dapat dilaksanakan tanpa peralatan apapun. Selain itu, dalam pertunjukan diperlukan arena permainan dan dalam memainkan menggunakan teknik tertentu serta menggunakan atribut sebagai cirri khas dari Pencak Silat aliran Cimande.

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar