UTS NO 10_SHELFIANA N_023_20A
PENGARUH KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP TEKNIK PUSH DAN STOP PADA ATLET HOKI INDOOR
SMAN 1 MENGANTI
Oleh
SHELFIANA NINGRUM
NIM 200060484023
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS ILMU OLAHRAGA
JURUSAN PENDIDIKAN KESEHATAN DAN REKREASI
PRODI ILMU KEOLAHRAGAAN
2022
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Aktifitas olahraga tidak dapat dipisahkan dalam
kehidupan sehari – hari. Karena tiap individunya mempunyai maksud atau tujuan
berbeda – beda. Ada yang bertujuan untuk kebugaran jasmani, untuk prestasi,
ataupun sekedar rekreasi untuk menghilangkan kejenuhan setelah beraktifitas
sehari – hari (Villela, 2013). Karena pada umumnya banyak manusia yang
mengartikan bahwa kegiatan yang mengeluarkan keringat itu bisa dibilang
aktifitas olahraga. Padahal dalam pengertiannya aktifitas olahraga merupakan suatu
gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot
pada rangka dimana memerlukan peningkatan saat mengeluarkan tenaga dan energi
atau pembakaran kalori (Faß et al., 2020).
Aktifitas olahraga penting dilakukan oleh setiap
individu agar tercipta keseimbangan dalam tubuh yaitu ketika kalori masuk lalu
melakukan aktifitas olahraga untuk mengeluarkannya atau pembakaran kalori.
Setiap individunya melakukan aftifitas olahraga yang bervariasi tergantung gaya
hidup dari setiap individu tersebut dan factor lainnya seperti jenis kelamin,
umur, pekerjaan, dan lain – lainnya (Mu, 2019).
Pada saat ini olahraga hoki sedang popular
dikalangan msyarakat terutama dikalangan anak sekolah dan mahasiswa. Karena
pada saat ini tempat sekolah yang saya jadikan objek penelitian merupakan salah
satu sekolah yang unggul dalam hal cabang olaharaga hoki indoor (Rahman, 2017). Hoki merupakan olahraga yang memiliki kesamaan dengan
sepak bola, yaitu cara melakukannya. Dan olahraga ini adalah olahraga dengan
gaya permainan cepat, cepat dalam mengumpan bola, sedikit mengolah bola, lalu menyerang
secepatnya ke arah gawang lawan, dan berusaha mencetak point ke gawang lawan.
Olahraga ini dimainkan dengan menggunakan alat tongkat (stik) dan bola yang berukuran kecil, dengan cara didorong atau
dipukul. Dengan gaya permainan tersebut, hoki merupakan cabang olahraga yang
dimana sangat banyak mengeluarkan energi saat bermain, oleh karena itu seorang pemain
hoki dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang baik dalam pertandigannya untuk
pencapaian prestasi yang maksimal (Ulum, 2014).
Hoki Indoor atau hoki ruangan merupakan cabang olahraga tim yang dimana olahraga ini sudah
ada di SMAN 1 Menganti dari tahun 2012 dan menjadi ekstrakulikuler terfaforit
di sekolah sampai saaat ini. Hoki ruangan adalah suatu permainan atau olahraga dimana
dimainkan antara dua tim (masing-masing tim 6 pemain) dan tiap pemainnya memegang
tongkat pemukul yang biasa disebut stick. Ketika memainkan bola pada stick hoki harus pada permukaan yang
berbidang datar atau perkenaannya pada bidang yang datar selebar 5 cm. Sama hal
nya dengan salah satu pemain yang menjadi penjaga gawang. Cabang olahraga hoki
ruangan dapat dimainkan pada lapangan yang berukuran 44 meter x 22 meter (Darmanto, 2017).
Permainan hoki ruangan biasanya dimainkan dalam dua
periode, setiap periode berjangka waktu selama 20 menit dalam waktu tengah
permainan atau waktu istirahat berlangsung selama 5 menit.
Push (mendorong) merupakan suatu teknik passing yang umum digunakan dalam
permainan hoki. Push biasa digunakan
pada jarak 4,5 – 13,8 m. Dalam push pass
ada hal penting yang harus diperhatikan yaitu akurasi, kecepatan gerakan, dan
merubah arah. Akurasi push pass
dipengaruhi oleh posisi kaki serta keseimbangan tubuh. Mendorong (push) adalah salah satu bentuk teknik
dasar dengan cara mendorong bola yang dalam permainan hoki digunakan untuk
mengoper bola kepada teman, dengan jarak yang dekat ataupun jauh dan menjadi
tembakan kegawang. Sedangkan stoping
adalah menghentikan bola dengan menggunakan stick yang di pegang dengan ke dua
tangan, jikalau terpaksa dapat dilakukan dengan satu tangan (Hidayat, 2019).
Dalam permainan hoki
teknik Stop merupakan teknik yang
terpenting ketika permainannya berlangsung, sebab jalannya permainan ditentukan
dengan keberhasilan pemain melakukan stop atau menguasai bola (Septianingrum et al., 2018). Oleh karena itu unsur stop ini
merupakan teknik dasar yang harus dipelajari dengan baik dan benar serta
ditingkatkan ketrampilannya dengan latihan (Budiman & Prabowo, 2020). Oleh sebab itu peneliti merasa tertarik untuk meneliti apakah kekuatan
otot lengan berpengaruh terhadap teknik push dan stop sehingga para atlet nanti
akan tau betapa pentingnya meningkatkan kekuatan otot lengan untuk bisa
melakukan teknik push dan stop secara maksimal. Karena teknk push dan stop ini adalah teknik yang penting dalam cabang olahraga hoki indoor dan atlet nya wajib bisa
menguasai teknik ini secara posisi maupun secara kekuatan otot lengan nya (Satrianingsih Baiq, 2016).
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan literature yang didapat maka peneliti
mengambil masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Kekuatan Otot Lengan
Terhadap Teknik Push Dan Stop Pada Atlet Hoki Indoor SMAN 1 Menganti ?
C.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan Rumusan
Masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai peneliti adalah sebagai
berikut : “untuk mengetahui Pengaruh Kekuatan otot lengan terhadap teknik Push dan Stop pada atlet hoki indoor
SMAN 1 Menganti”.
D.
Manfaat
Penelitian
Manfaat dalam penelitian ini adalah :
1.
Dapat mengetahui ada atau tidaknya Pengaruh Kekuatan otot lengan terhadap
teknik Push dan Stop pada atlet hoki indoor
SMAN 1 Menganti.
2.
Dapat melihat tingkat keberhasilan dalam pengaruh Kekuatan otot lengan
terhadap teknik Push dan Stop pada atlet hoki indoor SMAN 1 Menganti.
E.
Asumsi Penelitian
1.
Atlet hoki indoor SMA 1
Menganti telah memahami teknik push
dan stop.
2.
Teknik push dan stop dilakukan secara baik dan akurat
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Hoki
1. Definisi Hoki
Olahraga ini biasanya
menggunakan tongkat hoki atau alat pemukul (stick)
dan bola. Olahraga ini dapat dimainkan
oleh semua orang baik pria maupun wanita. Hoki merupakan permainan yang cukup
cepat dan memerlukan keterampilan yang baik sehingga atletnya harus minimal
berlatih selama 3 sampai 6 bulan untuk menjadi atlet yang terampil. Olahraga
hoki merupakan permainan bola kecil karena bentuk bola nya seukuran bola kasti.
Dalam penerapannya olahraga hoki memerlukan teknik yang baik dan kondisi fisik
yang baik juga karena ketika pertandingan atlet ditutut untuk bergerak cepat
kesana kemari selebar lapangan yaitu 44 x 22 meter. Permainan hoki terdapat
unsur teknik yang sangat penting pada saat penerapannya yaitu, teknik push dan stop. Dimana kedua teknik tersebut menunjang keberhasilan atlet
dalam penerapan permainannya sehingga atlet harus bisa menguasi kedua teknik
tersebut.
2. Klasifikasi Hoki
Hoki adalah olahraga yang biasa
dilakukan oleh 2 tim yang terdiri masing masing 6 orang dalam hoki indoor. Sedangkan dalam hoki outdoor 11 orang sama halnya dengan
sepakbola. Dengan ini kita bisa mengerti bahwa hoki bisa dibedakan menjadi 2
ada hoki indoor dan hoki outdoor.
1.
Hoki Indoor
Hoki indoor atau yang sering disebut hoki
ruangan adalah salah satu jenis dari beberapa jenis hoki lapangan. Seperti
namanya olahraga ini dilaksanakan di dalam ruangan pada lapangan yang datar dan
bersemen kurang lebih mirip seperti lapangan futsal. Permainan hoki indoor
biasanya dimainkan dalam dua babak selama 20 menit dan pada saat waktu tengah
atau pergantian babak biasanya diberi waktu 5 menit. Karena itu tempo dari
pemainan nya menjadi cepat dari permainan hoki outdoor atau hockey luar ruangan.
2.
Hoki Outdoor
Hoki outdoor atau yang sering disebut hockey
luar ruangan (hockey field) adalah
olahraga yang dimainkan menggunakan bola di atas lapangan rumput sintetis atau
rumput. Olahraga ini juga hampir mirip dengan olahraga sepak bola karenan
jumlah pemainannya sama yaitu 11 orang dan bentuk lapangannya.
B.
Altlet Pelajar
Atlet merupakan seorang
olahragawan yang terampil dalam bidang olahraga tertentu juga mahir dari segi
fisik yang dimana di pertandingkan dalam sebuah kompetisi. Atlet merupakan
seorang individu yang memiliki prestasi dalam bidang olahraga tertentu dan dapat
dikatakan bahwa individu tersebutlah yang bisa diartikan seorang atlet
Pelajar adalah seorang
individu yang mengampuh pendidikan secara formal dimulai dari pedidikan tingkat
dasar, menengah sampai tingkat atas. Pelajar juga biasa disebut dengan peserta didik
yang mana pengertiannya yaitu anggota masyarakat yang dimana individu tersebut
berusaha mengembangkan potensi dalam diri melalui proses pembelajaran pada
jalur pendidikan formal maupun informal.
C.
Kekuatan Otot
Lengan
1.
Definisi Kekuatan Otot Lengan
a.
Kekuatan
Kekuatan adalah unsur yang paling penting dalam tubuh manusia karena
kekuatan merupakan komponen yang dapat di tingkatkan secara keseluruhan. Dan
juga bisa diartikan kemampuan otot yang memeliki kekuatan dalam mengatasi
tekanan atau beban dalam mejalankan aktifitas. Kekuatan dapat dirinci dalam 3
hal yaitu, kekuatan maksimum yang merupakan tenaga atau gaya terbesar dimana
dihasilkan oleh otot yang berkontraksi secara baik menentukan seberapa cepat
suatu gerakan yang dapat dilakukan atau berapa lama suatu gerakan itu dapat
diteruskan. Kekuatan elastis merupakan tipe kekuatan dimana ini sangat
diperlukan oleh otot agar dapat bergerak cepat terhadap suatu tahahan. Daya
tahan kekuatan adalah kombinasi antara kekuatan dan lamanya gerakan dimana
kemampuan otot terbesut terus menerus menggunakan daya dalam meningkatnya
kelelahan.
Kekuatan juga dapat dikelompokan dalam beberapa jenis yaitu :
1)
Kekuatan umum (genral strength)
yaitu hubungan kekuatan dengan system otot secara keseluruhan.
2)
Kekuatan khusus (specific strength)
yaitu kekuatan otot tertentu dimana diperlukan pada saat gerakan utama olahraga
atau cabang olahraga masing masing.
3)
Kekuatan eksplosif (eksplosive
strength) yaitu kemapuan suatu otot atau sekelompok otot yang mengatasi
tahanan dengan gerakan yang cepat.
4)
Kekuatan daya tahan (strength
endurance) yaitu kekuatan suatu otot untuk mengatasi tahanan dalam jangka
waktu yang cukup lama.
5)
Kekuatan maksimum (maximum
strength) yaitu kekuatan suatu otot yang berkontraksi secara penuh atau
maksimal untuk melawan beban maksimal.
6)
Kekuatan absolut (absolute
strength) yaitu kemampuan yang dikeluarkan oleh seseorang secara maksimum
tanpa memperhatikan berat badannya
7)
Kekuatan relatif (relative
strength) yaitu sebuah perbandingan antara beban yang mampu diangkat dengan
berat badan.
b.
Otot Lengan
Otot lengan merupakan bagian tubuh yang memiliki fungsi dimana sangat
penting karena dalam aktifitas olahraga hampir sebagian besar cabang olahraga
menggunakan bagian otot lengan untuk aktifitasnya. Otot lengan sendiri
merupakan kekuatan dalam yang berada pada tulang humerus, radius dan ulna. Tulang
– tulang ini dilapisis oleh beberapa otot yaitu :
1)
Tulang Humerus, ada otot biceps,
triceps dan deltoid
2)
Tulang Radius, ada otot flexor
carpi radialis
3)
Tulang Ulna, ada otot flexor carpi
ulnaris
2.
Klasifikasi Otot pada Lengan
Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia
dan hewan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang.
Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos dan otot
jantung. Otot menyebabkan pergerakan suatu organisme maupun pergerakan dari
organ dalam organisme tersebut. Ada 4 oto yang ada pada lengan yaitu :
·
Bisep
Dalam
bahasa ilmiah dikenal dengan nama otot biceps brachii. Otot besar
ini memanjang dari lengan atas hingga ke siku, dan melekat di atas tulang
pangkal lengan (humerus).
·
Trisep
Dikenal
dengan nama triceps brachii. Letaknya di belakang tulang
humerus. Otot inilah yang memungkinkan Anda melakukan gerakan meluruskan lengan
bagian bawah.
·
Brakioradialis
Letaknya
di bagian atas lengan bawah, dekat siku. Otot ini membuat kita mampu membuat
gerakan memutar lengan bawah.
·
Ekstensor karpi
radialis longus
Letaknya
bersebelahan dengan otot brakioradialis. Anda bisa merasakan adanya otot ini
ketika mengepalkan tangan, otot ini akan terasa kencang di lengan bawah. Otot
inilah yang membuat kita bisa menggerakkan pergelangan tangan ke semua arah.
3.
Jenis Jenis Latihan Penguatan Otot Lengan
a.
Push Up
b.
Plank
c.
Side Plank
d.
Crocodile Push up
e.
Tricip Dips
f.
High Push up With Shoulder
Taps
g.
Push Up Diamond
h.
Finger Push up
i.
Reverse Push up
D.
Teknik Push dan Stop
Teknik Push dan
Stop adalah bagian terpenting dalam permainan
cabang olahraga hoki, karena di permainannya kita dituntut harus bisa menguasai
teknik dasar tersebut. Teknik push
sendiri merupakan teknik yang yang biasa digunakan dalam permainan hoki. Push atau passing dalam hoki biasa dilakukan pada jarak 4,5 - 13,8 m
fungsinya tiada lain untuk mengumpan bola ke teman satu team. Dalam melakukan
teknik push ada hal yang penting yaitu akurasi dalam melakukannya, kecepatan
gerak, dan mengubah arah bola secara cepat. Akurasi saaat melakukan push
dipengaruhi oleh posisi kaki serta keseimbangan tubuh, kecepatan gerak juga
dapat dipengaruhi oleh kaki kita yang cukup kuat untuk berlari serta mengubah
arah bola diperlukan kekuatan tangan dan keseimbangan tubuh ketika
melakukannya.
Teknik stop
merupakan teknik untuk menghentikan bola pada permainan hockey dengan
menggunakan stick yang di pegang oleh
pemain dengan kedua tangan, tetpi ketika keadaan terdesak dapat dilakukan
dengan satu tangan saja. Dalam pelaksanaannya ketika bermain teknik stop ini penting untuk keberhasilan team
karena ketika bermainan pemain harus bisa menguasai bola atau dapat
menghentikan bola tanpa melakukan pelanggaran yaitu bola naik atau tidak dapat
menghentikan bola.
E.
Hipotesis
Hipotesis penelitian ini
yaitu adanya pengaruh yang signifikan pada kekuatan otot lengan terhadap teknik
push dan stop hoki indoor SMAN 1
Menganti
F.
Penelitian yang
Relevan
Penelitian yang terkait
membahas mengenai pengetahuan atlet pelajar tentang teknik push dan stop dalam
hockey indoor yaitu :
1.
Yudi hidayat (2019), dengan judul “tingkat keterampilan teknik dasar push
and stop pada ukm hoki stkip pasundan”. Dalam penelitian ini mendeskripsikan
bahwa atlet yang mengikuti ukm hoki di stkip pasundan memiliki keterampilan
yang sangat baik sekali dalam teknik push and stop.
G.
Kerangka
Konseptual
Atlet melakukan
olahrga hoki Memahami teknik
dasar hoki Pembelajran
teknik dasar push dan stop Pengaruh kekuatan
otot lengan Terjadi
peningkatan pemahaman teknik dasar pada atlet
BAB
3
METODELOGI
PENELITIAN
A.
Jenis Penelitian
Penelitian yang diakukan
merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu dengan alat dynamometer yang bertujuan untuk
mengukur kekuatan massa otot pada otot lengan.
B.
Tempat dan Waktu
Penelitian
1.
Tempat Penelitian
2.
Waktu Penelitian
C.
Populasi dan
Sampel Penelitian
1.
Populasi
2.
Sampel
D.
Variabel dan Definisi
Operasional
Secara definisi, variable merupakan suatu konsep yang memiliki
variabelitas atau keragaman yang menjadi fokus penelitian. Variabel dapat di
bagi menjadi 2 yaitu, variabel bebas dan variabel terkait. Variabel bebas
merupakan variabel yang mempengaruhi, sedangkan variabel terkait merupakan
variabel yang dipengaruhi.
Variabel Bebas
: Pengaruh kekuatan otot
lengan terhadap teknik push dan stop
Variabel
Terkait : Atlet SMAN 1
Menganti
E.
Instrumen
Penelitian
Instrumen yang
di gunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan alat ukur dynamometer dimana alat ini untuk
mengukur massa otot pada atlet hoki indoor
SMAN 1 Menganti.
F.
Teknik
Pengumpulan Data
Dalam
mengumpulkan data teknik yang digunakan yaitu dengan menggunakan alat dynamometer. Cara pengambilan data
dengan cara sebagai berikut :
1.
Peneliti memberikan arahan kepada atlet hoki indoor SMAN 1 Menganti mengenai tata cara pengambilan data teknis.
2.
Peneliti melakukan uji teknis kepada atlet hoki indoor SMAN 1 Menganti dengan menggunakan alat dynamometer. Untuk mendapatkan data kuantitatif maka peneliti
mencatat hasil pengukuran tersebut.
G.
Teknik Analisis
Data
1.
Analisis
Univariat
Analisis deskriptif dilakukan dengan membuat table dan distribusi
frekuensi dari masing – masing variabel, yaitu bebas dan terkait. Analisis ini
digunakan untuk mengetahui gambaran kekuatan otot lengan pada atlet hoki indoor SMAN 1 Menganti
2.
Analisis Bivariat
Analisis bivariabel dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kekuatan
otot lengan terhadap teknik push dan stop pada atlet hoki indoor SMAN 1 Menganti. Analisis ini
menggunakan uji korelasi dan analisis regresi berganda dengan taraf
signifikansi 5 %.
DAFTAR PUSTAKA
Budiman, A., & Prabowo, G. D. (2020). Latihan power
otot lengan untuk kecepatan push dalam olahraga hockey Arm muscle power
training for push speed in hockey. 2(2), 163–171.
Darmanto, F. (2017). Test MFT Hockey Women Athletes in
Central Java Facing PON XIX West Java Year 2016. Journal of Physical
Education Health and Sport, 4(1), 42–46.
Faß, E., Pyun, H., & Schlesinger, T. (2020). Perception
of aging in the relation between sport activity and self-rated health in middle
and older age - A longitudinal analysis. SSM - Population Health, 11.
https://doi.org/10.1016/j.ssmph.2020.100610
Hidayat, Y. (2019). Tingkat Keterampilan Teknik Dasar Push
and Stop pada UKM Hoki Stkip Pasundan Levels of Push and Stop Basic Technique
Skills in Unit Student Activity Hockey Stkip Pasundan. 1(1), 80–85.
Mu, A. (2019). Kontribusi Kelincahan Dan Kekuatan Otot Lengan
Terhadap Keterampilan Indian Dribble Pada Siswa Ekstrakurikuler Hockey. Journal
of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Rahman, A. (2017). Sosialisasi permainan hockey indoor dan
memasyarakatkan hockey. 320–322.
Satrianingsih Baiq, M. Y. P. (2016). HUBUNGAN KEKUATAN
OTOT LENGAN DAN KEKUATAN OTOT PERUT TERHADAP KEMAMPUAN PANJAT TEBING NOMOR
SPEED CLASSIC DALAM CABANG OLAHRAGA PANJAT TEBING PADA ATLET FPTI NTB. 2(1).
Septianingrum, K., Sugiyanto, & Kristiyanto, A. (2018).
Physical Condition Contribution to The Drag Flick Performance. Jurnal
Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 3(4), 513–517.
Ulum, M. F. (2014). Pengaruh latihan interval pendek terhadap
daya tahan anerobik pada pemain hoki SMA Negeri 16 Surabaya. Jurnal
Kesehatan Olahraga, 2(1), 1–10.
https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-kesehatan-olahraga/article/view/6329
Villela, lucia maria
aversa. (2013). HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN PANJANG LENGAN DENGAN HASIL
PUSH PERMAINAN HOKI INDOOR PADA MAHASISWA PUTRA PENJASKESREK ANGKATAN 2014
UNIVERSITAS LAMPUNG. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9),
1689–1699.
Komentar
Posting Komentar